Selasa, 01 September 2015

To my friend

Aku tak pernah menghitung seberapa sering kamu mengiburku disaat dukaku ataupun seberapa sering kehadiranmu disaat sukaku. Selalu bersama saat suka maupun duka, aku tak pernah mempersalahkan itu.  Tapi aku tersadar ketika ku tau bahwa selama ini kau sedang menghitung apa yang pernah aku berikan. Mungkin aku tak pernah hadir saat kau membutuhkanku, atau mungkin aku pergi menjauh di saat kau mengharapkanku. Ku akui aku salah tak pernah menghitung seberapa baiknya kamu padaku dan seberapa buruknya aku padamu. Mungkin aku salah yg tak pernah peka disaat kau memanggilku. Kita berada di dalam sebuah lingkaran saat ku menuju puncak aku lupa ada kau dibelakang menyorakkan semangat padaku. Aku terlalu fokus menatap kedepan tanpa sadar kau di belakang berusaha keras mendukungku dengan cara yang tak pernah ku tau. Kini aku sudah berada di bawah dan kau yang berada di posisi atas. Aaa... Aku tau sekarang apa yang kau rasakan saat itu. Maaf aku baru menyadari sakitnya dirimu pada saat itu, maaf aku yang tak peka dengan pengharapanmu. Iya aku sekarang sadar aku salah terhadapmu. Tapi kawanku ada satu hal yang tak bisa ku berikan padamu. Aku ini hanya orang bodoh yang tidak bisa dan tidak akan mau menghitung kebaikan dan keburukan baik yang aku lakukan maupun yang kau berikan. Kawan biarkan tuhan yang menjadi penilainya karena nuraniku mungkin tak sebesar egoku. Maaf atas kesalahanku, dan terima kasih atas kebaikanmu. Aku akan menjadi diriku yang seperti ini, jika aku salah tegur aku, jika butuh bantuan bilang padaku, aku bukan orang yang peka terhadap sesuatu, aku cuek dan itu adalah aku. Jika kau sudah selesai menghitung dan ternyata kehadiranku lebih sering menyakitimu tinggalkan saja aku. Tapi sampai kapanpun kau kan tetap kawanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar