BERPIKIR
BEBAS
Konsep berpikir bebas sebenarnya
tidak serumit yang kita kira,bebaskan pikiran hati, dan imajinasi maka kau akan
menemukannya. Untuk mengawalinya cara yang harus dilakukan adalah hilangkan
tekanan-tekanan dan tuntutan tuntutan. Baik tekanan dari lingkungan sosial
maupun tekanan dari dalam diri sendiri. Tekanan batin akan membatasi kita untuk
berkarya dan beraktivitas, setiap langkah yang kita tempuh akan terhalangi oleh
sesuatu yang kita ciptakan sendiri. Intinya lakukan revolusi sendiri untuk
membebaskan dirimu. Dan yang kedua adalah selalu berpikir tentang inovasi,
selalau bertanya apa dan mengapa? Jangan mudah puas denga apa yang sudah ada
didepan mata. Karna semua yang ada di dunia ini belumlah sempurna maka kau
harus berinovasi setotal kamampuan yang kamu miliki. Cari tahu apa yang dapat
kamu lakukan dan mengapa kamu harus melakukannya. Jangan terlalu patuh adan
terpaku terhadap konsep yang ada. Kalau bisa lakukan penggebrakan yang
signifikan untuk merubah segalanya untuk menjadi lebih baik. Contohnya: sistem
pendidikan yang ada di negara kita tercinta ini terlalu mendiktatorisasi,
sehingga muncul pendapat masyarakat kalau kita harus lulus cepat nilai bagus
lalu kerja. Lihatlah selama kita sekolah moyoritas pikiran kita hanya tertuju
pada tiga hal (lulus/gelar,nilai,kerja). Pikiran kita terbatasi dan kita tak
bisa berbuat apa-apa. Padahal ketiga hal tersebut bukan jaminan kita untuk
bahagia. Pendidikan kita tidak menghendaki kita untuk berpikir bebas. Maka hal
itulah yang menghambat jalan kita. Jangan terlalu terikat dengan kontrak
sosial. Kontrak sosial disini contohnya adalah batasan-batasan sosial yang
terlalu melebih-lebihkan ( biasanya adat dan budaya kit yang masih terlalu
kaku) tanpa kita sadari pikran kita sudah terikat kontrak sosial yang kita
sendiri belum tau alasan mengapa kita harus melakkannya. Yang ketiga adalah
tengok hati kita sendiri karna hati adalah sumber kreativitas dan inspirasi.
Contoh : orang yang sedang jatuh hati bisa menciptakan lagu atau puisi karna
saat hati kita tersentuh oleh hal hal tertentu( sedih atau bahagia) hal
tersebut akan memunculkan kreativitas pada diri kita sendiri. Jadi tanyakan
hatimu karna hati dapat menuntun pikiranmu. Tahap selanjutnya adalah selalu
selalu bersikap kritis mirip seperti inovasi kritis akan menuntunmu untuk
menemukan jawaban-jawaban diluar apa yang kita harapkan. Jawaban yang tak
terduga inilah yang bisa membawa perubahan. Selanjutnya berpikir secara
revolusioner dan bertanggung jawab. Jangan sampai apa yang kita utarakan dan
kita pertanyakan tidak dapat kita pertanggungjawabkan secara rasional. Dan yang
terakhir gunakan norma agama dan norma lingkungan sosial yang ada sebagai acuan
untuk melangkah bukan sebagai halangan.
k.k
Tidak ada komentar:
Posting Komentar